Sabtu, 03 Januari 2009

PROPOSAL PROYEK TUGAS AKHIR

I. LATAR BELAKANG

Di zaman modern seperti sekarang ini, perkembangan dan kemajuan teknologi sangatlah cepat dan persainganpun semakin ketat untuk mempertahankan hidup. Setiap orang harus memiliki keahlian dan keterampilan dari sekian banyak keahlian dan keterampilan yang ada.

Dengan mengingat telah diberlakukannya AFTA di Indonesia, penulis di tuntut untuk mampu bersaing atau berkompetensi dengan orang lain sehingga bisa diterima di dunia kerja.

Untuk itu, penulis mengambil keputusan memilih salah satu keahlian dan keterampilan yaitu perawatan dan perbaikan pada mesin 4 langkah 4 silinder penggerak roda belakang khususnya di bidang tune-up.

Dengan alasan diatas maka penulis mengambil judul “ PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM PENERANGAN, DINAMO STATER DAN TUNE-UP PADA MESIN BENSIN 4 LANGKAH 4 SILINDER”.

II. Maksud Dan Tujuan

Maksud Penyusun membuat proposal ini yaitu untuk mempelajari dan menambah pengalaman dalam bidang Otomotif sehingga Penyusun mampu bersaing dalam bidang Otomotif di kehidupan bermasyarakat.

Tujuan Penyusun membuat proposal ini yaitu agar dapat memenuhi syarat untuk mengikuti uji kompetensi.

III. KEUNGGULAN DAN FUNGSI PRODUK/JASA

Kunggulan jasa yaitu:

1. Menggunakan peralatan yang canggih dan lengkap

2. Menggunakan spare parts yang berkualitas

3. menggunakan alat ukur yang presisi

4. Melakukan pekerjaan dengan baik, hati-hati dan teliti

5. Waktu pengerjaan relatif singkat

6. SOP ( Standar oprasional prosedur ) menjadi pedoman dalam setiap langkah yang dilakukan

BAB II

BAB II

PROSES JASA

2.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan dalam proses kerja perawatan dan perbaikan motor otomotif (tune-up) diantaranya seperti dalam tabel di bawah ini:

1. Alat

NO

NAMA ALAT

SPESIFIKASI

JUMLAH

PEMILIK

1.

Kunci ring

12 mm – 13 mm

1

Sekolah

2.

Kunci ring

14 mm – 15 mm

1

Sekolah

3.

Kunci pas

8 mm – 9 mm

1

Sekolah

4.

Kunci pas

12 mm – 13 mm

1

Sekolah

5.

Kunci T

12 mm – 13 mm

1

Sekolah

6.

Obeng (-)

standar

1

Sekolah

7.

Kunci sock

21 mm

1

Sekolah

8.

Obeng (+)

standar

1

Sekolah

9.

Feeler

0,5 mm –100 mm

1

Sekolah

10.

Dwell Tester

52 ˚ – 56 ˚

1

Sekolah

11.

Compresion Tester

7 Kg – 12 Kg

1

Sekolah

12.

Timing light

For gasoline engine

1

Sekolah

13.

Tang

Kombinasi

1

Sekolah

Keterangan

1. Kunci ring 12 mm – 13 mm berfungsi untuk penyetelan katup.

2. Kunci ring 14 mm –15 mm berfungsi untuk membuka atau memasang saringan udara dan mur pada tutup kepala silinder.

3. Kunci pas 8 mm - 9 mm berfungsi untuk membuka dan memasang kembali mur, pada distributor untuk membuka kabel terminal dari koil.

4. Kunci pas 12 mm -13 mm berfungsi untuk membuka dan memasang baut distributor.

5. Kunci T- 12 mm berfungsi untuk membuka dan memasang baut penahan distributor.

6. Obeng + berfungsi untuk melonggarkan baut platina pada saat penyetelan platina.

7. Obeng - berfungsi untuk penyetelan platina, menyetel katup dan mengatur letak rotor pada saat Top 1 atau Top 4.

8. Kunci sock berfungsi untuk membuka atau memasang busi.

9. Feeler berfungsi untuk mengukur celah busi menurut standar.

10. Dwell tester berfungsi untuk mengukur sudut lamanya bukaan platina dengan ketentuan 52 º ± 6º. Cara penggunaannya, kabel positif pada dwell tester dipasangkan pada baut terminal dari distributor dan kabel massa ke body.

11. Compresion tester berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi.

12. Timing light berfungsi untuk mengukur titik pengapian 5 º sebelum TMA.

13. Tang berfungsi untuk membuka dan memasang mur pada bagian atas saringan udara.

2. Bahan

Selain alat-alat yang diperlukan ada beberapa bahan seperti bensin jenis 4 tak sebanyak lima liter untuk bahan bakar dan oli mesran sebanyak 4 liter untuk pelumas, dan yang paling penting adalah satu unit mesin kendaraan TOYOTA KIJANG jenis 5K. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

NO

NAMA BAHAN

SPESIFIKASI

SATUAN

JUMLAH

1.

Oli

Mesran super

Liter

4

2.

Bensin

Premium

Liter

5

TUGAS AKHIR

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Menyetel celah katup (valve)

Ukuran celah katup yang tidak sesuai dengan spesifikasi celah katup akan mengakibatkan keadaan mesin tidak bekerja secara normal, maka harus dilakukan penyetelan celah katup dengan ukuran celah katup isap 0,20 mm dan katup buang 0,30 mm. Katup pada top 1 yaitu no. 1,2 3 dan 5, sedangkan pada top 4 yaitu no. 4,6,7 dan 8.

2. Mengukur celah platina

Ukuran celah platina yang terlalu rapat dan terlalu renggang akan mengakibatkan mesin susah hidup atau tenaga mesin menjadi berkurang, maka harus dilakukan pengukuran pada celah platina dengan spesifikasi celah platina yaitu 0,40 mm sehingga keadaan mesin menjadi normal kembali.

3. Memeriksa tahanan kabel busi

Periksa tahanan kabel busi dengan menggunakan multitester jika nilai tahanan kabel busi kurang atau lebih dari 25 kΩ tiap kabel maka kabel harus diganti.

4. Memeriksa busi

Keausan pada elektroda busi dan kerusakan pada ulir busi mengakibatkan busi tidak berfungsi dengan baik. Arus listrik dari koil tidak akan sempurna untuk membakar campuran bahan bakar dengan udara di ruang bakar. Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna maka busi harus diganti dengan celah elektroda busi 0,80 mm.

3.2 Saran

Beberapa saran untuk pihak sekolah, guru pembimbing dan pihak industri, yaitu:

1. Apabila peralalatan praktek masih ada yang kurang, segera lengkapi untuk menunjang kelancaran para siswa dalam melaksanakan uji kompetensi.

2. Diruang praktek sangat baik apabila dilengkapi dengan petunjuk tentang cara mempergunakan peralatan praktek yang sesuai dengan fungsinya.

3. Alangkah baiknya apabila sebelum uji kompetensi para siswa mengikuti pemantapan dulu.

4. Harapan penulis, sarana dan prasarana diruangan praktek ditingkatkan demi kelancaran siswa dalam melaksanakan uji kompetensi.

5. Setelah lulus dari sekolah berilah kesempatan penulis untuk menerapkan dan mengamalkan ilmu-ilmu yang di dapat dari sekolah dengan bekerja di perusahaan anda.